creating unforgettable moments creating unforgettable moments
creating unforgettable moments
creating unforgettable moments
creating unforgettable moments
HOME | PACKAGES | ACTIVITES | MY DIARY | TIPS
 
My Diary
Share your romantic memories

Dengan My Diary Anda dapat berbagi informasi tentang kalian berdua ke seluruh teman dan kerabat Anda. Selain itu Anda juga bisa mendapatkan komentar dari pengunjung lain atau teman Anda.






  YM IndonesiaTravelService IndonesiaTravelService
  YM IndonesiaTravelService2 IndonesiaTravelService2

Jika customer service tidak dapat dihubungi, silahkan kirim email kepada kami:



       




Metode Pembayaran




 

Hartono & Andina

Dear Honeymoon

Tatap mata saya. Yak..fokus! Tatap mata saya.. Lihat lebih dalam lagi. (Ngapain situ lihat onderdil yang lain?Mata wooiii) Bayangkan...rasakan.

Selama tujuh bulan, Anda berpisah dengan pasangan karena panggilan tugas. Dibentangkan jarak dan di dikebiri waktu. Saat pasangan kembali ke pelukan, beribu rencana menari-nari dikepala. Dengan asumsi yang berorientasi pada pengalaman sebelumnya, cuti seusai tugas diperkirakan lebih dari satu minggu. Namun, tiba-tiba jadwal cuti diumumkan secara mendadak, serentak (sehingga tidak bisa di re-schedule), dengan jumlah hari yang tidak banyak. Apa yang Anda rasakan? Kemungkinan besar : luluh lantak. Atau dalam bahasa Jawanya: gendandapan. Itulah yang saya alami setelah mendengar informasi jadwal cuti suami yang (alhamdulillah) hanya lima hari. Kening saya berkerut. Kepastian cuti baru diumumkan hari Senin. Dan..., cuti mulai 'dinikmati' secara serentak keesokan harinya yakni Selasa hingga Sabtu. Selain acara kunjungan ke ortu dan mertua, tentu kami tidak ingin melewatkan agenda 'quality time' berdua, dong. Menyelinap beberapa hari untuk ber-second honeymoon harus direalisasikan. Demi cinta (dan nafsu belanja) yang menggelora, saya ingin mewujudkan keinginan suami untuk menikmati eksotisme Bali. Kasihan.., dia belum pernah kesana, pemirsa.

Untungnya, beberapa hari sebelum kepulangan suami (walaupun belum yakin apakah akan mendapat jatah cuti atau tidak), saya sempat berjibaku mencari travel agent yang menyediakan honeymoon package. Setelah mempelajari track record masing-masing agen dan menyimak testimoni para customers, saya jatuh cinta dengan ITS ( Indonesia Travel Service) yang membawahi bendera honeymoonkita. Komunikasi dengan marketing representative ITS, semakin intens setalah kami saling bertukar pin bb. Lokasi yang saya incar untuk stay selama 3 hari/ 2 malam, tentu saja...Ubud!

Banyak alasan kenapa saya memilih Ubud sebagai lokasi escape. Selain dianugerahi sebagai kota terbaik se- Asia Tenggara hingga Indonesia wajib berbangga, (amazingly mengalahkan Bangkok, Hongkong, Chiang Mai, dan Kyoto!) karena keramahtamahan penduduknya, atmosfer seni & budaya, akomodasi, restoran, dan tempat perbelanjaan; Ubud juga langganan dijadikan lokasi syuting film-film populer favorit saya seperti "Eat, Pray, Love" dan "Perahu Kertas". Untuk tempat 'memadu kasih' (ta'ela.., dangdut amat!), saya menjatuhkan pilihan pada Furama Villas and Spa yang terletak di Jalan Raya Mambal, Ubud. Selain tertarik dengan foto-foto deluxe pool villa yang ditawarkan melalu official website, setelah mengecek melalui www.tripadvisor.co.id, saya memperoleh informasi bahwa Furama ternyata menduduki peringkat excellent diantara seluruh penginapan di Ubud. Wah, jadi makin penasaran.

Hari Pertama

Entah karena faktor miskomunikasi atau karena kelihaian driver, kami tiba di bandara dua jam lebih awal! Praktis, Sragen - Jogja ditempuh hanya dalam waktu 120 menit. Flight jam 7.15 WIB sementara kami check-in jam 5 pagi. Jiaaah..bisa nglanjutin bobo cakep di boarding room nih.

Tiba di bandara Ngurah Rai Denpasar, kami dijemput oleh pak Riyanna dari Furama Villas n Spa. Jarum jam menunjukkan pukul 9.40 WIB atau pukul 10.40 WITA. Pemirsa, perut sudah tidak bisa berbasa-basi. Kelaparan akut tingkat propinsi! Saya meminta pak Riyanna untuk mampir ke warung makan sebelum menuju penginapan. Syarat yang saya ajukan : halal, harga terjangkau alias murah meriah, dan bersih. Soal rasa kan tergantung selera. Then, hati ini menjerit erotis dengan nada dasar G mayor saat mobil Pak Riyanna berhenti di tempat berikut:

Dari bandara hingga ke Ubud menempuh waktu sekitar 60 menit. Lokasi Furama Villas ternyata agak tersembunyi. Tepatnya di area Mambal yang tenang namun dinamis. Hmmm..cocok bagi pemuja privasi.

Sampai disana, ternyata kami tidak bisa langsung beristirahat karena room masih di re-check oleh petugas house keeping. Sambil mengisi form reservasi di meja reception, kami menikmati welcome drink ala Furama.

Akhirnya, sebelum terjadi tindak anarkis dan huru hara, bellboy menghampiri kami dan menyampaikan bahwa villa nomor 114 sudah siap. Yuhuuuu..., saatnya balas dendam padamu, wahai kasur! Eh, tapi sebelum mengistirahatkan mata dan raga, saya sempat mengabadikan ambience di dalam villa tempat kami stay. Banyak terjadi, gambar/ foto sebagai media promosi seringkali menipu dan mengecewakan. Berbeda dengan aslinya. Namun, alhamdulillah, realita di Furama tidak berbeda dengan apa yang saya temukan di web. Semoga bisa menjadi referensi bagi pembaca semuanya. *senyum legit penuh keanggunan*

Yuuuk aah...dagh-dagh bye-bye semuaaaa....

Untuk diary lengkap bisa baca di :

http://duniandiena.blogspot.com/2013/03/melipir-di-jadwal-cuti-yang-segelintir.html?m=0




“Andina & Hartono”



[ kembali ke halaman sebelumnya ]


About Us | Contact Us
2017 © Copyright Indonesia Travel Service (ITS). All rights reserved. Read Legal policy and Privacy policy.