creating unforgettable moments creating unforgettable moments
creating unforgettable moments
creating unforgettable moments
creating unforgettable moments
HOME | PACKAGES | ACTIVITES | MY DIARY | TIPS
 
My Diary
Share your romantic memories

Dengan My Diary Anda dapat berbagi informasi tentang kalian berdua ke seluruh teman dan kerabat Anda. Selain itu Anda juga bisa mendapatkan komentar dari pengunjung lain atau teman Anda.






  YM IndonesiaTravelService IndonesiaTravelService
  YM IndonesiaTravelService2 IndonesiaTravelService2

Jika customer service tidak dapat dihubungi, silahkan kirim email kepada kami:



       




Metode Pembayaran




 

Bayu&Asri

Pertama-tama, kami ingin mengucapkan terimakasih utk "honeymoonkita", yang sudah mengarrange liburan perayaan 10 tahun pernikahan kami di Phuket 31 Jan-3 Feb 2010. Pemilihan hotel, acara2 tour, tempat makan dan tour guide nya, ok banget. Sungguh suatu pengalaman yang sangat berkesan buat kami berdua.
Sekarang, baru kami akan cerita pengalaman kami selama liburan di Phuket. Kami flight dgn Air Asia jam 11.20 dari Soekarno-Hatta dan tiba di Phuket sesuai jadwal jam 14.20. Tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Phuket.

Hari 1
Setiba di bandara udara Phuket, kami langsung bertemu dengan tour guide yang sudah disediakan honeymoon kita, namanya Braheem, seorang Thailand asli tapi fasih berbahasa Indonesia. Rasanya senang juga bisa bertemu dengan orang yang bisa berbahasa Indonesia, karena terus terang agak susah untuk mengerti bahasa Inggris dengan logat Thailand.

Tubuh yang sedikit letih tidak menyurutkan semangat untuk melakukan half day city tour, yaitu melintasi Shino-Portuguese building untuk menuju ke Rang Hill. Dari Rang Hill kita bisa melihat kota Phuket dari ketinggian. Setelah itu, kami mampir ke beberapa tempat untuk membeli oleh-oleh. Tempat pertama adalah Gems Jewelry, yang mengklaim sebagai toko perhiasan terbesar di dunia. Selain perhiasan, tempat ini juga menjual pernak-pernik etnik khas Thailand.

Kunjungan berikutnya adalah toko yang menjual olahan dari buah-buahan dan hasil laut (tapi kami lupa namanya). Di tempat ini, kami agak kalap membeli berbagai olahan durian monthong, asem Thailand, dan buah-buahan lainnya. Untungnya di sini juga menyediakan jasa packing, sehingga memudahkan kami untuk mwmbawanya ke dalam pesawat.

Kami juga mengunjungi toko kaos yang bernama Madunan. Tempat ini cukup unik, selain karena kaos dijual dengan harga murah namun berkualitas baik, juga karena pemilik dan staf di sini fasih berbahasa Indonesia. Belanja-belanja deh untuk oleh-oleh.... Enough for shopping, lanjut lagi ke perjalanan berikutnya, yaitu ke Wat Chalong Monastery, yaitu kompleks kuil yang memiliki bangunan megah keemasan. Sayangnya jam kunjungnya sudah selesai, sehingga kami cuma bisa foto-foto saja di luar. Buru-buru kami menuju Phrompthep Cape supaya bisa menyaksikan sunset.
Untungnya, kami masih sempat menikmati sunset yang sempurna...dilatari dengan pemandangan pantai pasir putih, pulau karang dan perahu-perahu di kejauhan. Haaahhhh....ternyata capek dan lapar baru terasa. Makan malam sudah menanti di Secret Cliff Restaurant. Sebetulnya resto ini punya pemandangan indah ke arah laut. Tapi berhubung hari sudah malam, kami tidak bisa melihat apa-apa selain kegelapan. Next...kami check in di Merlin Beach Resort, sebuah hotel bintang 5 di wilayah Tri Trang Beach, tidak jauh dari Patong. Bed dan bath tub dengan tebaran bunga-bunga mawar sudah menanti kadatangan kami. Hmmm...we really need a rest.....

Hari 2:

Meskipun mata masih lengket, kami harus bangun pagi-pagi sekali untuk bersiap-siap tour ke Phi Phi Islands.. Kami dijemput pukul 7 pagi menuju Rassada Harbour. Perjalanan menuju Phi Phi Islands memakan waktu kira-kira 1,5 jam menggunakan big boat. Tidak sabar rasanya untuk segera mengunjungi gugusan kepulauan yang tersohor itu. Perjalanan yang cukup lama tidak terlalu terasa karena kapal cukup besar sehingga kami bisa berjalan-jalan di sekitar kapal untuk menikmati pemandangan dan hembusan angin.

Karena menggunakan big boat, kami harus puas melihat Phi Phi Lay dan Maya Bay dari kejauhan saja karena kapal besar tidak bisa merapat ke dermaganya. Untungnya snorkeling di sekitarnya saja sudah cukup mengobati kekecewaan kami...melihat bunga-bunga karang dan ikan-ikan hias yang berseliweran di sekitar kami.

Selesai snorkeling, kami mendarat di Phi Phi Don untuk lunch dan menikmati alam sekitar. Pantai di Phi Phi Don sangat indah dan bersih...pasirnya putih dan butirannya sangat halus...Cuaca yang sangat terik tidak terlalu kami hiraukan, karena mata kami sudah terbuai dengan pemandangan pantai cantik dengan gugusan pulau karang di sekitarnya....hmmm.... Sebetulnya untuk ke Phi Phi Islands, bisa juga menggunakan speed boat.

Selain jumlah penumpangnya lebih sedikit, speed boat juga bisa merapat di dermaga-dermaga yang lebih kecil...jadi lebih puas untuk snorkeling dan mengeksplor pantai di Phi Phi Islands.... Kami tiba kembali di Phuket Island menjelang sore, dan langsung dinner di Thai Village Resto yang punya view ke arah danau bekas penggalian timah. Setelah itu, kami mampir sebentar di hotel untuk menyimpan barang dan lanjut ke Bangla Road untuk melihat kehidupan malam di Phuket.

Bangla Road mengingatkan kami akan keramaian di Kuta. Bedanya, di sini khusus disediakan untuk pejalan kaki karena mobil tidak bisa lewat selepas pukul 6 sore sampai pagi. Di keramaian Bangla ini, berkumpul orang dari berbagai negeri...dan tentu saja tidak ketinggalan para ladyboys dengan dandanan heboh yang berusaha menarik para turis untuk berfoto bersama mereka.... Buat belanja-belanja, tempat yang menarik untuk dikunjungi adalah Jungceylon Mall. Tempat itu banyak menjual kerajinan khas Thailand dan juga kebutuhan lainnya.

Hari 3:
Sebetulnya jadwal kami hari ini adalah acara bebas. Sesuai saran dari Braheem, kami memilih untuk mengunjungi Phang Nga Bay yang ngetop itu. Sayang kan, udah jauh-jauh ke Phuket tidak berkunjung ke James Bond Island....Perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan mobil. Sampai di dermaga kami berpindah ke Long Boat dan menyusuri hutan bakau dan mendarat di perkampungan nelayan muslim di daerah Khao Pannyee untuk lunch.

Setelah lunch, kami menuju ke Tham Lod untuk canoeing melihat pulau-pulau karang yang memiliki gua-gua yang indah. Canoeing memakan waktu sekitar 45 menit...dan merupakan pengalaman yang berbeda... Ada saat di mana kami harus berbaring terlentang di kano karena melewati celah yang sangat sempit...mendebarkan sekaligus mengasyikkan...kami jadi seperti anak kecil yang berteriak-teriak kegirangan...After canoeing...now, it's the time to visit the James Bond Island (Phang Nga Bay). Wow...pemandangannya memang spektakuler...kami langsung asyik mengabadikannya untuk kenang-kenangan.

Sepulang dari Phang Nga, kami mengunjugi sebuah gua yang sangat besar, yang merupakan tempat pertapaan dan berisi patung raksasa the lying Buddha. Tempat ini juga dihuni oleh para monyet seperti halnya pura di Bali. Kunjungan berikutnya adalah Cashew Nut Factory. Gak ketinggalan berbagai olahan cashew nut dan jus jambu monyet langsung masuk ke dalam daftar oleh-oleh kami. Letih...namun kami harus menyimpan energi kami untuk acara malam di Phuket Fantasea. Dalam perjalanan pulang, atas kebaikan hati Braheem, kami mampir di pasar tradisional yang menjual durian monthong. Memang sedang tidak musim durian, namun kurang greget rasanya kalo kami tidak mencicipi durian langsung di daerah asalnya....yumm...yumm....
Acara malam hari adalah Phuket Fantasea. Waktu pertama kali masuk, kami langsung ingat dengan Dufan...tapi areanya lebih kecil dan tidak ada wahana-wahana permainannya. Yang ada adalah gemerlapan deretan toko-toko suvenir dan parade tokoh-tokoh legenda di Thailand. Kami dinner di Golden Kinnarea Resto....resto yang sangat besar dan megah. Puncak pertunjukan adalah Phuket Fantasea Show. Show ini mengemas kesenian tradisional Thai dengan unsur modern seperti sulap, musik dan dance. Cukup menarik karena memang dikemas dengan sangat serius untuk menjadi tujuan wisata di Phuket.

Hari 4:
Hari ini tidak ada acara, karena jam 5 pagi kami sudah harus early check out untuk pulang ke Jakarta. Rasanya belum puas untuk mengeksplor Phuket...padahal jadwal kami sudah sangat padat. Ada satu lagi yang kurang...kami tidak sempat mencicipi Tom Yam Kung dengan kuah pedas di Phuket...karena selama lunch dan dinner hanya ada Tom Yam Kung dengan kuah bening, yang rasanya menurut kami kurang 'nendang'......huhu...
Itulah catatan perjalanan kami selama di Phuket. Menyenangkan dan kami sangat terbantu dengan profesionalitas penyelenggara tour baik di Indonesia maupun di Phuket. Terima kasih sekali lagi untuk "Honeymoonkita".

Salam,

Bayu dan Asri



[ kembali ke halaman sebelumnya ]


About Us | Contact Us
2017 © Copyright Indonesia Travel Service (ITS). All rights reserved. Read Legal policy and Privacy policy.